Malam itu..
Malam itu membiarkan ia menangis semalaman
Badannya pun mengaku
Menikmati rasa pilu yang cepat sekali datangnya
Kata-kata itu mampu menembus hatinya yang sudah begitu kokohnya
Tanganya memeluk kaki-kaki yang sudah lemas
Sembari meratap serendah itukah ia..
Matanya tetap membiarkan airnya mengalir dengan deras
Karena hatinya yang sudah tidak lagi kokoh
Menyakini juga bahwa ungkapannya bukan lagi bantuan untuk dirinya
Ia hanya bisa diam sekarang
Diam sampai waktu memberitahu kapan seharusnya ia bicara
0 komentar:
Posting Komentar